
JAKARTA (Pos Kota)- Petaruh judi Piala Dunia sepak bola babak belur.Sudah ad ayang menjual dan menggadaikan ruko dan kendaraan untuk menutupi kekalahan di ajang judi tersebut.
Am, 46, yang ditemui di kawasan Mangga Besar, Kota, kemarin, menuturkan, dirinya sudah kalah lebih dari Rp10 miliiar. “Saya sudah menggadai ruko dan mobil untuk menutup kekalahan. Kalau saya tidak bayar saya tidak bisa ikut taruhan. Padahal duit yang keluar sudah dalam. Jadi kepalang tanggung ruko dan mobil saya gadai,” terang pengusaha bahan-bahan kimia ini.
Dikatakan harga ruko yang dimiliki di kawasan Kelapa Gading berkisar Rp2 miliar terpaksa digadaikan dengan harga setengahnya yakni Rp1 miliar. Sedang kalau yang berharga Rp750 juta digadai Rp 350 juta.
“Bunganya cukup besar sekitar 10 persen dan itu harus kita tebus dalam tempo tiga bulan kalau gak ya hilang deh tuh ruko,” tuturnya. “Kalau mobil yang sudah saya lepas baru satu buah Kijang Inova saja,” lanjut warga keturunan ini.
Meski sudah kalah banyak tapi Am masih menyimpan harapan uangnya bakal kembali. “Saya tetap masih punya keyakinan uang saya bisa kembali lagi. Kan pertandingan masih lama jadi masih ada harapan tebakan saya tak meleset lagi,” ucapnya menghibur diri.
Am mengaku memilih taruhan judi bola ini lewat cara konvensional saja yakni melalui telepon kepada sang bandar. “Saya kenal baik dengan bandar sehingga cukup dengan lewat telepon saja dia akan mengasih pasaran pertandingan,” ucapnya.
Memang untuk taruhan judi bola ini ada dua jalur yakni via internet dan telepon atau SMS (pesan singkat). Pengelola judi bola ini menurut sumber Pos Kota orang Indonesia juga.
“Sebetulnya yang mengelola judi bola di Indonesia ya orang Indonesia juga tapi untuk menghindari aparat keamanan mereka menjalankan bisnisnya di luar negeri seperti di Filipina dan Hongkong,” jelas sumber itu.
Kalau untuk via internet (online), lanjut sumber, harus dilakukan deposito lebih dahulu. Dan nilai taruhannya hanya sebatas deposito yang dia agunkan. Kalau dengan telepon atau SMS cukup dengan modal kepercayaan saja.
“Jangan heran yang banyak kalah adalah yang dilakukan transaksi lewat telepon karena tidak bisa mengontrol permainan. Tinggal sebut angkanya saja atau dikirim lewat sms berapa nilai taruhannya,” terang sumber itu lagi “Kalau dengan online bisa memperkirakan berapa yang harus dipasang sesuai dengan saldo yang tersisa,” katanya.
Biasanya di akhir piala dunia banyak petaruh yang buron karena tak sanggup membayarnya. Pihak keluarg pun langsung membuat pengumuman di koran yang memberitakan sudah tak ada lagi sangkut paut keluarga dan segala hutang ditanggung yang bersangkutan.
“Ini sudah menjadi modus. Untuk pejudi yang kalah kami menagihnya pakai jasa dept colektor,” kata satu kaki tangan Bandar di kawasan Mangga Dua.
Untuk hitung-hitungannya dilakukan pada hari Senin dan Kamis. Sedang untuk Selasa dan Jumat adalah hari pembayaran baik yang menang maupun yang kalah.
Sumber Pos Kota yang mengikuti perkembangan pertaruhan pada pertandingan antara Spanyol melawan Cile tak kurang sekitar Rp30 miliar tersedot ke Bandar semua.
Petaruh bola jalan amblas semua. Mereka mengira Spanyol akan menambah gol lagi di babak kedua ketika pasaran dibuka dengan voor 1 bola karena Cile hanya bermain 10 orang.
Namun apa yang terjadi ternyata Cile mampu memasukkan satu gol dan ternyata Spanyol lebih memilih mengamankan kemenangan 2-1 saja. “Kalau di kalangan petaruh dibilang kalah mata karena mereka melihat pertandingan tapi hasilnya diluar perkiraan mereka,” tuturnya.
Hingga pertandingan babak penyisihan grup berakhir kemenangan ada di pihak Bandar. Tercatat hanya tiga partai saja yang benar-benar bandar kalah. (hari/B).
Sumber : www.poskota.co.id



No comments:
Post a Comment